SEKILAS INFO
: - Saturday, 25-09-2021
  • 4 minggu yang lalu / GEBYAR VAKSINASI JABAR JUARA “MERDEKA COVID” DI SMK NEGERI RAJAPOLAH DAN PERESMIAN GEDUNG COE OLEH WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT
  • 1 bulan yang lalu / PENDAMPINGAN PENGUATAN PEMBELAJARAN KURIKULUM SMK PUSAT KEUNGGULAN TAHUN 2021 SMK NEGERI RAJAPOLAH BERSAMA: UNIVERSITAS PANCASILA DAN BBPPMV BBL MEDAN
  • 1 bulan yang lalu / WORKSHOP IMPLEMENTASI KURIKULUM SMK PUSAT KEUNGGULAN 28 -29 JULI 2021

KEGIATAN IN HOUSE TRAINING (IHT)

WORKSHOP IMPLEMENTASI KURIKULUM SMK PUSAT KEUNGGULAN

SMK NEGERI RAJAPOLAH

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

 

SMK Negeri Rajapolah menggelar in House Training (IHT) bertema “Implementasi Kurikulum SMK Pusat Keunggulan Tahun 2021/2022”. Acara IHT ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari terhitung dari Rabu hingga Kamis (28 s.d. 29 Juli) diikuti 109 peserta yang terdiri dari tenaga pendidik guru mata pelajaran adaptif, normatif, dan produktif.

Dalam kesempatan ini, sambutan dari Ibu Kepala Sekolah SMK Negeri Rajapolah yaitu Dr. Hj. Sri Nurhayati, MSi mengungkapkan agar pelaksanaan Workshop (IHT) ini dapat dijadikan sebagai bekal untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan penerapan kurikulum SMK Pusat Keunggulan agar berjalan dengan baik terlebih di masa pandemic covid 19.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII, Bapak Dr. Abur Mustikawanto, M.Ed. Dalam sambutannya, beliau mendorong seluruh guru SMKN Rajapolah untuk menjadi guru yang memiliki mindset “think globally, act locally, global connected, local integrated.”  Pada intinya guru dituntut untuk dapat berpikiran secara majemuk dan berwawasan yang luas dan melihat dunia dengan keseluruhan serta menerima pemikiran orang lain yang positif guna untuk peningkatan kualitas hidup. Dengan berpikiran luas dan pengalaman kita mampu untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Selain itu sekolah juga harus memiliki konektivitas yang terintegrasi secara local dan terhubung secara global agar terjadi link and match dengan tuntuan industry dan dunia kerja. Guru juga harus memiliki sikap “Emphaty to other” atau memiliki rasa empati yang tinggi baik antara sesama guru.

Dalam kesempatan ini, Dede Nana Zohari, M.Pd selaku Pengawas Pembina SMK wilayah Tasik utara bertindak sebagai narasumber utama. Beliau mengatakan bahwa Konsep merdeka belajar tidak lagi dibatasi oleh kurikulum, tetapi siswa dan guru harus kreatif, untuk menggapai pengetahuan. Siswa benar–benar dilatih untuk mandiri.

Materi pelatihan Worshop ini dilakukan dengan metode diskusi kelompok (per Program Keahlian), dimana setiap guru memiliki kesempatan menjadi tim ahli dan memberikan materi secara bertahap berkenaan dengan impelemtasi kurikulum SMK Pusat Keunggulan. Ruang lingkuap materi tersebut meliputi:

  1. Merdeka Belajar
  2. Profile Pancasila
  3. Struktur Kurikulum
  4. Capaian Pembelajaran
  5. Alur Tujuan pembelajaran
  6. Asesmen
  7. Modul Ajar
  8. Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan
  9. Literasi Digital

Demikan bahwa Program Sekolah Penggerak (PSP) merupakan program Kemdikbud yang mengetengahkan program baru dalam penyelenggaraan pendidikan. PSP sebagai katalis atau program percepatan untuk mencapai visi Pendidikan Indonesia. Tujuanya adalah meningkatkan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Terdapat lima Intervensi PSP kepada sekolah penggerak yaitu: Penguatan PS, KS, guru, Paradigma baru pembelajaran, Perencanaan berbasis data dan  Digitalisasi Sekolah.

Sebagai salah satu SMK Pusat Keunggulan (Center Of Excellent) harus menjadi pusat dalam dunia pendidikan SMK, oleh karena itu perlu adanya terobosan komprehensif yang ditujukan untuk menjawab tantangan dalam rangka pembenahan kondisi SMK saat ini, agar semakin sejalan dengan kebutuhan dunia kerja.

TINGGALKAN KOMENTAR

Categories